IHSG Terjun Bebas ke 5.342, Rupiah Tembus Rp18.000 — Pasar Menanti Keputusan BI dan FTSE Russell
IHSG Terjun Bebas ke 5.342, Rupiah Tembus Rp18.000 — Pasar Menanti Keputusan BI dan FTSE Russell
Jakarta, 9 Juni 2026 — Pasar saham Indonesia kembali bergolak di awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup jatuh 4,52% ke level 5.342,13 pada perdagangan Senin (8/6), memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung sejak awal tahun. Secara year-to-date, IHSG telah ambles lebih dari 29%, menjadikannya salah satu indeks dengan performa terburuk di kawasan Asia Tenggara.
Tekanan jual datang dari berbagai sisi. Rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam sejarah pada Kamis (4/6) lalu menjadi pukulan telak bagi sentimen investor. Kurs rupiah diperdagangkan di kisaran Rp18.049—Rp18.155 per dolar AS, memperparah kekhawatiran akan inflasi impor dan meningkatnya beban utang korporasi.
Tekanan Rupiah dan Respons BI
Bank Indonesia (BI) telah menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25% pada RDG bulan Mei lalu sebagai respons terhadap pelemahan rupiah yang terus berlanjut. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup. Sejumlah ekonom memprediksi BI akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada RDG Juni ini, mengingat tekanan nilai tukar yang masih tinggi dan cadangan devisa yang terus tergerus.
Cadangan devisa Indonesia dilaporkan turun ke US$144,9 miliar pada Mei 2026 — terendah sejak Juni 2024. Penurunan ini dipicu oleh intervensi BI untuk menstabilkan rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meskipun masih di atas standar kecukupan impor, tren penurunan ini menjadi sinyal yang patut diwaspadai.
FTSE Russell Depak 4 Saham Indonesia
Dari sisi pasar modal, sentimen negatif juga datang dari FTSE Russell yang resmi mengumumkan akan mengeluarkan empat saham Indonesia dari indeks globalnya, dalam rebalancing yang berlaku efektif pada 22 Juni 2026. Keempat saham tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Boga Raya Tbk (MULIA). Keputusan ini didasarkan pada kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi (highly concentrated ownership), yang tidak sesuai dengan kriteria free float minimum FTSE.
Sebelumnya, pada evaluasi berkala Mei 2026, BEI juga telah melakukan rebalancing LQ45 — mengeluarkan BREN, CTRA, DSSA, HEAL, dan NCKL, serta memasukkan CUAN, DEWA, ESSA, HRTA, dan WIFI untuk periode Mei—Juli 2026.
Ujian Level 5.100 Hari Ini
Para analis memperkirakan IHSG akan menguji level support kritis 5.100 pada perdagangan hari ini, Selasa (9/6). Level ini menjadi psikologis penting karena jika ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju area 4.800—5.000. Sebaliknya, jika level 5.100 bertahan, peluang technical rebound terbuka lebar, terutama jika asing mulai melakukan aksi beli di harga murah.
Sentimen utama yang patut dicermati hari ini adalah pergerakan rupiah, arah kebijakan Danantara terkait ekspor satu pintu, serta data inflasi AS yang akan menjadi acuan pasar global.
Rekomendasi Investor
- Wait and see — Dalam kondisi volatilitas tinggi seperti saat ini, investor disarankan tidak melakukan aksi beli agresif. Tunggu konfirmasi level support IHSG dan stabilisasi rupiah.
- Akrulasi saham defensif — Saham-saham sektor consumer goods, telekomunikasi, dan energi yang memiliki fundamental kuat seperti UNVR, TLKM, dan ADRO dapat menjadi pilihan untuk akumulasi bertahap.
- Hindari margin trading — Risiko forced selling masih tinggi, terutama pada saham-saham yang mengalami koreksi dalam.
Kesimpulan
Pasar tengah menghadapi tekanan multifaktor: pelemahan rupiah, capital outflow, pengetatan moneter, dan ketidakpastian global. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan mengelola risiko portofolio secara ketat. Recovery mungkin baru akan terlihat setelah ada kejelasan arah kebijakan BI dan hasil rebalancing FTSE Russell akhir bulan ini.
Sumber:
- Kontan.co.id — Proyeksi IHSG Juni 2026: https://investasi.kontan.co.id/news/proyeksi-ihsg-juni-2026-simak-skenario-optimistis-moderat-dan-pesimistis
- CNBC Indonesia — Cadangan Devisa RI Anjlok: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260608100858-17-740913/cadangan-devisa-ri-anjlok-us-13-m-di-bulan-mei-jadi-us-1449-m
- Bisnis.com — Nilai Tukar Rupiah: https://market.bisnis.com/read/20260604/93/1978259/nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar-as-hari-ini-kamis-4-juni-2026
- Kumparan — FTSE Russell Depak 4 Saham RI: https://kumparan.com/kumparanbisnis/ftse-russell-depak-4-saham-ri-efektif-mulai-22-juni-2026-27S95La7hya