Lonjakan Harga Emas Perhiasan di Pasar Indonesia pada Rabu, 28 Januari 2026: Analisis Pergerakan Hartadinata, Raja Emas Indonesia, dan Laku Emas (CMK Group)

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 28 January 2026

1. Ringkasan Situasi Pasar (Kilas Balik)

Vendor Kategori Harga per gram (Rp) Perubahan
Hartadinata Abadi 22 K 2.789.000 +75.000
20 K 2.735.000 +73.000
17 K 2.437.000 +65.000
16 K 2.301.000 +62.000
9 K 1.543.000 +42.000
8 K 1.422.000 +38.000
6 K 1.219.000 +32.000
Raja Emas Indonesia 24 K 2.490.000 +25.000
23 K 2.189.000 +49.000
22 K 2.093.000 +47.000
21 K 2.000.000 +46.000
20 K 1.904.000 +43.000
… (hingga 12 K)
Laku Emas (CMK Group) 24 K 2.465.000 Stabil
23 K 2.140.000 Stabil
22 K 2.047.000 Stabil
… (hingga 12 K) Stabil
  • Hartadinata Abadi dan Raja Emas Indonesia menunjukkan kenaikan harga yang signifikan pada hampir semua karat, terutama pada spektrum 20‑22 K.
  • Laku Emas (CMK Group) tetap stabil di seluruh grade, menandakan strategi penetapan harga yang lebih konservatif atau berbeda dalam pendekatan stok/penyimpanan.

2. Faktor‑faktor Penggerak Harga pada 28 Januari 2026

Faktor Pengaruh Penjelasan
Kurs USD/IDR Positif Nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS selama minggu pertama Januari 2026, meningkatkan biaya impor emas mentah.
Permintaan Antara Investor & Perhiasan Positif Musim lebaran (Maret‑April) mendekati, sehingga pembeli ritel mulai menyiapkan anggaran perhiasan.
Supply Global Negatif Penurunan produksi tambang utama (mis. Afrika Selatan, Rusia) karena cuaca ekstrem dan sanksi geopolitik menipiskan pasokan grosir.
Kebijakan Pemerintah Positif Pemerintah menurunkan tarif bea masuk impor emas mentah menjadi 0 % untuk bulan pertama Maret 2026, namun efeknya belum terasa pada harga spot (hanya pada bulan depan).
Spesifikasi Vendor Netral/Negatif Hartadinata & Raja Emas menyesuaikan harga lebih cepat karena mereka memiliki jaringan impor langsung. Laku Emas menahan harga untuk melindungi margin di tengah fluktuasi inventori.
Sentimen Pasar Positif Media finansial menyoroti “gold as safe haven” setelah kebijakan moneter AS yang ketat, memicu aliran dana ke aset logam mulia.

3. Analisis Perbandingan Antara Vendor

3.1. Kenaikan Tertinggi (per gram)

Grade Hartadinata (↑) Raja Emas (↑) Laku Emas (Stabil)
22 K +75.000 (2.789.000) +47.000 (2.093.000) 0
20 K +73.000 (2.735.000) +43.000 (1.904.000) 0
24 K +25.000 (2.490.000) 0

Interpretasi: Hartadinata menyalurkan kenaikan paling agresif pada karat menengah‑tinggi (20‑22 K). Hal ini bisa dikaitkan dengan penyesuaian stok internal yang lebih cepat atau kebijakan margin yang lebih lunak untuk menarik volume penjualan.

3.2. Stabilitas Harga Laku Emas

  • Strategi Stabilitas: Laku Emas tampak menahan harga, mungkin untuk menjaga kepastian bagi retailer kecil atau menghindari “price war” di pasar yang saat ini masih terfragmentasi.
  • Peluang bagi Konsumen: Konsumen yang tidak tergesa‑gesa dapat menunggu penurunan harga di Laku Emas sambil memantau pergerakan pada Hartadinata/Raja Emas.

3.3. Perspektif Rentang Harga

Karat Harga Terendah (Laku Emas) Harga Tertinggi (Hartadinata) Selisih (%)
22 K 2.047.000 2.789.000 +36 %
20 K 1.862.000 2.735.000 +47 %
24 K 2.465.000 – (tidak disediakan oleh Hartadinata)
16 K 1.484.000 2.301.000 +55 %

Catatan: Perbedaan persentase yang besar menandakan adanya segmen pasar yang terpolarisasi. Pembeli premium cenderung mendekati Hartadinata/Raja Emas, sementara retailer menengah‑bawah mungkin lebih memilih Laku Emas.


4. Implikasi bagi Pembeli & Investor

4.1. Bagi Pembeli Perhiasan (Konsumen Akhir)

  1. Waktu Pembelian:

    • Jika ingin mengamankan harga terendah: Pertimbangkan membeli dari Laku Emas, terutama pada grade 24 K‑12 K, karena harganya masih stabil.
    • Jika mengincar kualitas lebih tinggi (22‑20 K): Hartadinata memberi harga yang lebih tinggi, tetapi biasanya juga menyediakan desain premium dan layanan purna jual yang lebih baik.
  2. Negosiasi & Diskon:

    • Karena persaingan ketat, retailer dapat menegosiasikan potongan tambahan ≈2‑3 % pada harga Hartadinata atau Raja Emas jika pembelian dalam jumlah besar.
  3. Pertimbangan Desain:

    • Kualitas karat yang lebih tinggi (≥22 K) tidak selalu berbanding lurus dengan estetika; desain yang rumit atau penggunaan campuran logam dapat mengurangi biaya tanpa menurunkan penampilan.

4.2. Bagi Investor (Jangka Pendek–Menengah)

Strategi Kelebihan Risiko
Beli fisik (emas batangan/coin) Likuiditas tinggi, perlindungan nilai yang terbukti Penyimpanan, biaya keamanan
Beli perhiasan Potensi capital gain + nilai estetika, peluang arbitrase antar vendor Premium desain, biaya produksi, penurunan nilai jika trend fashion berubah
Trading spot pada dealer Bisa “sell‑back” cepat saat harga turun Margin tipis, volatilitas harga harian
Investasi pada ETF / kontrak futures Diversifikasi, leverage terbatas Tidak ada kepemilikan fisik, biaya manajemen
  • Rekomendasi: Di tengah kondisi pasar yang naik tetapi stabilitas Laku Emas, desainer atau perhiasan dengan nilai seni tinggi (mis. perhiasan custom 22‑K) dapat menjadi asset hedge yang baik untuk jangka 6‑12 bulan.

5. Outlook Harga Emas Perhiasan – Kuartal 1 2026

Bulan Prediksi Pergerakan Faktor Penentu
Februari Stabil‑Sedikit naik (≤+10 000 per gram) Kurs USD/IDR masih berfluktuasi, tetapi tidak ada shock besar.
Maret Naik tajam (≈+30‑40 000) Kebijakan bea masuk 0 % mulai diberlakukan, perlambatan supply global, serta masuknya permintaan lebaran.
April Koreksi ringan (‑10‑15 000) Penjualan lebaran meningkatkan likuiditas pasar, menurunkan permintaan spekulatif.
Mei–Juni Tren berangsur naik kembali Data inflasi global memperkuat safe‑haven demand.

Catatan penting: Prediksi ini bersifat kondisional; pergerakan geopolitik (mis. konflik di kawasan produsen) atau kebijakan moneter (rate hike Fed) dapat memicu volatilitas luar dugaan.


6. Rekomendasi Praktis (Untuk Konsumen & Investor)

  1. Pantau Kurs USD/IDR secara harian – Setiap 1 % pergerakan nilai tukar dapat memengaruhi harga spot emas per gram sebesar ±2‑3 % pada harga retail.
  2. Gunakan portal perbandingan harga (seperti investor.id atau aplikasi fintech) untuk melihat pembaruan real‑time pada ketiga vendor.
  3. Jika membeli dalam volume >5 kg, minta quote khusus dan pertimbangkan pembayaran tunai untuk memperoleh diskon tambahan 1‑2 %.
  4. Diversifikasi: jangan menumpuk semua dana pada satu jenis grade; alokasikan 30 % pada 24 K (batangan/coin), 40 % pada 22‑20 K (perhiasan premium), dan 30 % pada 16‑12 K (perhiasan mass‑market) untuk menyeimbangkan risiko likuiditas dan nilai estetika.
  5. Pertimbangkan penyimpanan: gunakan safe deposit box bank atau vault layanan tiga‑pihak (mis. GoldVault) untuk mengurangi biaya asuransi pribadi.
  6. Lakukan ‘stop‑loss’ bila membeli lewat dealer spot: tetapkan batas kerugian tidak lebih dari 5 % dari harga beli, terutama pada grade 20‑22 K yang sangat sensitif terhadap fluktuasi pasar.

7. Kesimpulan

  • Pada Rabu, 28 Januari 2026, pasar emas perhiasan Indonesia memperlihatkan kebijakan kenaikan harga yang berbeda‑beda di antara tiga pemain utama.
  • Hartadinata Abadi dan Raja Emas Indonesia memimpin kenaikan, mencerminkan respons cepat terhadap tekanan supply‑side dan kurs.
  • Laku Emas (CMK Group) mempertahankan harga, menawarkan alternatif yang lebih stabil bagi konsumen yang sensitif terhadap volatilitas.
  • Kombinasi faktor makro (kurs, kebijakan pemerintah, supply global) dan strategi harga vendor menciptakan segmen pasar terpolarisasi, yang memberi peluang arbitrase bagi pembeli cerdas dan investor yang mengerti dinamika.
  • Kedepannya, harga diproyeksikan naik lagi pada kuartal pertama 2026, terutama saat kebijakan bea masuk berkurang dan permintaan lebaran mencapai puncaknya.

Dengan terus memantau indikator kunci (kurs, kebijakan, produksi emas dunia) serta memanfaatkan perbandingan harga antar dealer, baik konsumen ritel maupun investor dapat mengambil keputusan yang lebih terinformasi, meminimalkan risiko, dan memaksimalkan nilai bagi portofolio perhiasan mereka.


Penulis: Analis Pasar Logam Mulia – Investasi & Perhiasan
Tanggal: 28 Januari 2026