Harga Bitcoin (BTC) Mulai Balik Arah, Usai Trump Redam Perang Dagang dengan China

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 13 October 2025

Judul:
“Bitcoin Naik di atas US$115 000 Usai Trump Redam Ketegangan Perdagangan dengan China – Analisis Dampak dan Risiko Pasar Kripto”


Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Peristiwa

Pada akhir pekan 10‑11 Oktober 2025, pasar kripto mengalami rebound yang signifikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengirimkan pernyataan di platform Truth Social yang menenangkan ketegangan perdagangan dengan Republik Rakyat Tiongkok.

  • Bitcoin (BTC) kembali diperdagangkan di atas US$115 000—naik lebih dari 10 % dibandingkan dengan level terendahnya pada Jumat (US$104.782).
  • Ethereum (ETH) pula pulih ke US$4.100, mencatat kenaikan lebih dari 20 % dari titik terendahnya pada hari yang sama.

Pernyataan Trump menegaskan bahwa “Jangan khawatir tentang China, semuanya akan baik‑baik saja!” dan menyoroti keinginan AS untuk “membantu China, bukan menyakitinya.”

Sebagai konteks, pada hari Jumat sebelumnya, Trump mengumumkan rencana tarif 100 % pada seluruh ekspor China yang dijadwalkan mulai 1 November 2025, yang memicu penurunan tajam pada semua kelas aset berisiko, termasuk kripto.

2. Mengapa Pergerakan Harga Terjadi?

2.1 Sentimen Politik → Sentimen Risiko

Pasar kripto adalah aset “risk‑on” yang sangat sensitif terhadap sinyal geopolitik. Ketika kebijakan proteksionis dipandang akan meningkat, investor biasanya beralih ke aset yang dianggap “safe haven” (emas, US‑Treasury). Sebaliknya, redaman ketegangan akan memperkuat bias risk‑on, menstimulasi aliran modal kembali ke kripto.

2.2 Momentum Teknis

  • Bitcoin menembus level resistance psikologis US$115 k yang sebelumnya menjadi zona supply.
  • Volume pada platform trading besar (Binance, Coinbase, Kraken) melonjak hampir 2‑3× dibandingkan volume rata‑rata harian, menandakan partisipasi institusi yang kembali aktif.
  • Relative Strength Index (RSI) berada pada 68, mendekati overbought, menandakan momentum masih kuat namun berpotensi mengalami koreksi jangka pendek.

2.3 Faktor “Weekend Effect”

Beberapa trader mengamati pola “volatility spike” pada akhir pekan, ketika likuiditas pasar lebih rendah. Pernyataan Trump yang muncul pada hari Jumat sore memberi ruang bagi pembeli agresif untuk menjelang akhir pekan, sehingga harga dapat melompat lebih jauh sebelum pasar tradisional (S&P 500, Nasdaq) membuka kembali pada hari Senin.

3. Implikasi Jangka Pendek

Aspek Dampak Catatan
Pasar Spot Kenaikan harga BTC/ETH, potensi short squeeze bagi yang masih short pada level ~US$105k. Waspada pada order book yang menumpuk di atas US$115k (sell wall).
Derivatif Lonjakan open interest pada futures BTC di CME & perpetual contracts di Binance. Posisi long kini menguasai > 70 % OI; short posisi mengurangi margin.
Arus Modal Aliran net inflow ke ETF Bitcoin dan trust institusional (Grayscale, BlackRock). Kenaikan AUM dapat meningkatkan liquiditas jangka menengah.
Sektor Lain S&P 500 dan Nasdaq dapat tetap flat selama akhir pekan, menunggu data ekonomi AS (Non‑farm payrolls 12 Oct). Risiko spill‑over ke aset tradisional bila data ekonomi mengejutkan.
Regulasi Pemerintah AS belum mengeluarkan kebijakan baru pasca‑pernyataan Trump; namun SEC tetap mengawasi peluncuran ETF. Kebijakan fiskal tetap menjadi faktor ketidakpastian utama.

4. Analisis Risiko Jangka Menengah‑Panjang

  1. Kembali ke Tarik‑Tarik Politik

    • Jika kebijakan tarif 100 % tetap diberlakukan pada 1 Nov, volatilitas dapat kembali tajam, memicu sell‑off pada BTC/ETH.
    • Geopolitik lain (misalnya, konflik di Laut China Selatan) dapat menambah tekanan jual.
  2. Fundamental Kripto

    • Adopsi institusional masih dalam fase pertumbuhan; peningkatan on‑chain activity (hashrate, staking) tetap menjadi penopang nilai.
    • Regulasi di AS dan UE (MiCA) dapat memberikan kerangka hukum yang lebih jelas, tetapi juga dapat menimbulkan batasan bagi platform exchange tertentu.
  3. Hubungan dengan Pasar Tradisional

    • Historis, BTC berkoridor correlation positif dengan indeks S&P 500 dalam kondisi risiko tinggi. Jika pasar saham mengalami bear market, kripto dapat ikut turun, meskipun tidak selalu pada rasio 1:1.
    • Liquidity crunch di pasar tradisional (mis‑mis bank runs) dapat mengalihkan aliran investasi ke kripto sebagai “store of value”, namun ini sering bersifat temporer.
  4. Teknologi dan Inovasi

    • Ethereum 2.0 (full rollout of sharding) diharapkan selesai pada akhir 2025, yang dapat memperkuat fundamental ETH dan menurunkan transaction fee, memberi dorongan fundamental jangka panjang.
    • Layer‑2 solutions (Arbitrum, Optimism) terus menarik volume, meningkatkan utilitas jaringan.

5. Rekomendasi Praktis untuk Investor

Tipe Investor Strategi
Trader Jangka Pendek - Scaling In pada pull‑back ke level US$112k‑113k untuk menambah posisi long.
- Pasang stop‑loss di sekitar US$107k (di atas level support teknis sebelumnya).
- Manfaatkan options (protective puts) untuk mengurangi downside risk.
Investor Institusional - Pertimbangkan dollar‑cost averaging (DCA) pada interval mingguan untuk mengurangi eksposur pada volatilitas ekstrem.
- Alokasikan sebagian portofolio ke Ethereum sebagai diversifier (staking yield ~ 5‑6 %).
Retail Investor - Gunakan exchange‑traded products (ETPs) atau trusts bila tidak ingin menangani private key.
- Hindari leverage tinggi (≥ 5×) sampai volatilitas kembali stabil.
Risk‑Averse - Simpan cash reserve atau gold sebagai buffer pada saat volatilitas kembali meningkat.
- Pantau sentimen politik dan data ekonomi (inflasi, tenaga kerja) yang dapat memicu rebalancing aset.

6. Kesimpulan

Pernyataan Presiden Trump yang menenangkan ketegangan perdagangan dengan China berfungsi sebagai katalis sentimen risk‑on yang langsung memicu rebound kuat pada pasar kripto, khususnya Bitcoin yang kembali menembus US$115 000 dan Ethereum yang melampaui US$4.100.

Meskipun momentum saat ini mengarah ke optimisme, pasar tetap berada dalam zona high‑uncertainty:

  • Faktor geopolitik (tarif, kebijakan luar negeri) dapat berubah dalam hitungan hari, menimbulkan volatilitas yang signifikan.
  • Data ekonomi makro (inflasi, tenaga kerja) yang akan dirilis pada awal minggu depan dapat memicu koreksi di pasar tradisional, yang pada gilirannya akan memengaruhi kripto.
  • Regulasi dan infrastruktur teknologi (Ethereum‑2.0, Layer‑2) tetap menjadi pendorong fundamental jangka panjang.

Investor yang ingin memanfaatkan peluang ini sebaiknya menggabungkan analisis teknikal dengan monitoring berita geopolitik secara real‑time, serta menetapkan batasan risiko yang jelas (stop‑loss, ukuran posisi, diversifikasi ke aset lain).

Jika kebijakan tarif tetap berlaku, kita dapat mengharapkan gelombang volatilitas berikutnya—maka strategi hedging dengan opsi atau stablecoin menjadi relevan. Namun, bila kebijakan itu dilonggarkan atau ditunda, tren bullish dapat berlanjut, membuka kesempatan bagi akumulasi lebih lanjut pada BTC dan ETH.

Inti: Pernyataan politik dapat menggerakkan pasar kripto secara drastis, tetapi keawetan pergerakan tersebut bergantung pada faktor fundamental yang lebih luas. Memahami interplay antara geopolitik, data ekonomi, dan inovasi blockchain adalah kunci untuk mengambil keputusan yang terinformasi di tengah lingkungan yang sangat dinamis ini.