Perak Merosot Menjelang Libur Imlek: Apa yang Dapat Dipelajari Investor dari Penurunan 1,15 % dan Proyeksi Harga Tahun 2026?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 16 February 2026

1. Ringkasan Berita

  • Harga perak pada 16 Februari 2026 tercatat US $76,43/troy oz, turun 1,15 % dari level akhir pekan sebelumnya (US $76,53).
  • Penyebab utama: data inflasi CPI AS Januari (2,4 %) lebih rendah dari perkiraan dan penurunan tajam dibandingkan Desember 2025 (2,7 %).
  • Kebijakan Fed: Pasar memperkirakan tidak ada pemotongan suku bunga hingga Juni 2026 (berdasarkan CME FedWatch).
  • Faktor musiman: Penutupan pasar China menjelang Tahun Baru Imlek menambah tekanan jual karena likuiditas menurun.
  • Pandangan analis:
    • Barbara Lambrecht (Commerzbank) – mengharapkan stabilitas harga perak selama libur Imlek.
    • J.P. Morgan Global Research – memproyeksikan rata‑rata US $81/oz untuk 2026, dengan puncak kuartal IV mencapai US $85/oz.

2. Analisis Penyebab Penurunan Harga

Faktor Dampak Langsung Implikasi Jangka Pendek
Inflasi CPI AS yang lebih rendah Mengurangi ekspektasi inflasi, menurunkan permintaan safe‑haven seperti perak. Harga perak turun karena emas dan perak biasanya naik saat inflasi diperkirakan akan naik.
Harapan tidak ada pemotongan suku bunga Fed Suku bunga riil tetap tinggi, menurunkan daya tarik logam non‑produktif. Penjual lebih berani mengambil untung, menurunkan volume beli.
Penutupan pasar China (Imlek) Kurangnya likuiditas dan order beli dari pembeli institusional China. Tekanan jual lebih besar, hal ini memperparah penurunan.
Volatilitas pasar global (geopolitik, energi) Investor beralih ke aset yang lebih likuid atau ke mata uang kuat. Perak, yang lebih “risk‑on” dibandingkan emas, mengalami depresiasi.

3. Dinamika Permintaan dari China

  • China tetap menjadi pembeli terbesar perak dunia, terutama untuk perhiasan, industri elektronik, dan investasi.
  • Selama libur Imlek, aktivitas perdagangan berkurang ≈ 15‑20 % dibandingkan minggu biasa.
  • Historis: pada tahun‑tahun sebelumnya, harga perak cenderung mengalami penurunan 0,8‑1,4 % selama minggu Imlek, kemudian kembali naik pada minggu pertama perdagangan pasca‑libur.

Kesimpulan: Penurunan minggu ini bukan anomali, melainkan pola musiman yang biasa terjadi.


4. Proyeksi Harga Perak 2026

  1. Rata‑rata tahunan (J.P. Morgan): US $81/oz
  2. Kuartal IV (puncak musiman): US $85/oz – didorong oleh permintaan akhir tahun, penutupan kontrak futures, dan potensi peningkatan inflasi pada kuartal ke‑4.
  3. Risiko ke‑atas:
    • Kebijakan moneter Fed yang lebih dovish dari perkiraan (mis. pemotongan suku bunga lebih awal).
    • Lonjakan permintaan industri (mis. elektronik, panel surya) akibat stimulus kebijakan energi bersih.
  4. Risiko ke‑bawah:
    • Data ekonomi AS yang terus menunjukkan inflasi rendah dan pertumbuhan real GDP yang lemah.
    • Penguatan dolar AS (USD indeks >104) yang biasanya menekan logam berharga.

5. Rekomendasi untuk Investor

Tipe Investor Strategi Alasan
Investor jangka pendek (trading harian atau mingguan) - Jual sebagian pada penurunan 1–2 % di atas level US $76/oz.
- Gunakan stop‑loss sekitar 1 % di atas entry untuk melindungi dari rebound cepat ketika pasar China kembali buka.
Tekanan musiman sedang, volatilitas diperkirakan tinggi pada minggu Imlek.
Investor jangka menengah (3‑6 bulan) - Masuk kembali pada koreksi 3‑5 % (US $73‑74) jika dolar AS tidak menguat secara signifikan.
- Pantau CPI AS & pernyataan Fed; sinyal penurunan kebijakan dapat menjadi katalis.
Proyeksi harga rata‑rata US $81 menandakan kesempatan beli pada level yang lebih rendah.
Investor jangka panjang (≥1 tahun) - Posisi beli secara bertahap (dollar‑cost averaging) mulai dari US $74‑76.
- Pertimbangkan alokasi 5‑10 % portofolio ke logam mulia sebagai hedging inflasi dan diversifikasi.
Proyeksi akhir tahun US $85 memberi potensi upside 10‑15 % dari level rata‑rata.
Investor institusional / hedge fund - Strategi spread: beli perak spot, jual futures pada kontrak Q4 2026 untuk mengunci harga US $85.
- Hedging eksposur mata uang dengan menggunakan kontrak forward USD/IDR bila diperlukan.
Memanfaatkan perbedaan antara spot (yang turun) dan ekspektasi futures (yang naik).

6. Catatan Penting & Peringatan

  1. Data real‑time: Selalu perbarui posisi berdasarkan CPI AS, FOMC minutes, dan indeks dolar (DXY).
  2. Geopolitik: Ketegangan di Eropa Timur atau Asia Timur dapat mengubah sentimen safe‑haven secara mendadak.
  3. Kebijakan China: Pemerintah China belum mengumumkan paket stimulus besar‑besar untuk industri logam; perubahan kebijakan dapat menggerakkan permintaan secara signifikan.
  4. Risiko likuiditas: Selama libur Imlek, volumen perdagangan turun drastis, sehingga spread bid‑ask melebar; berhati‑hati dengan eksekusi order besar.

7. Kesimpulan

Penurunan 1,15 % pada harga perak pada 16 Februari 2026 merupakan fenomena kombinasi faktor makro (inflasi CPI AS yang lebih rendah, ekspektasi kebijakan Fed yang tetap ketat) dan faktor musiman (penutupan pasar China menjelang Imlek).

  • Pendekatan analitis menunjukkan bahwa penurunan ini bersifat sementara dan sejalan dengan pola historis minggu Imlek.
  • Proyeksi J.P. Morgan menempatkan rata‑rata tahunan di US $81/oz dengan puncak kuartal IV US $85/oz, memberi ruang bagi strategi beli pada koreksi.
  • Investor harus menyesuaikan taktik mereka dengan horizon waktu, toleransi risiko, dan sensitivitas terhadap data ekonomi AS serta perkembangan pasar China.

Dengan monitoring yang ketat terhadap data CPI, pernyataan Fed, serta kondisi likuiditas pada minggu-minggu menjelang dan sesudah Imlek, para pelaku pasar dapat memanfaatkan volatilitas ini untuk memperkuat posisi mereka di pasar perak, baik sebagai instrumen hedging maupun sebagai aset spekulatif.


Semoga analisis ini membantu Anda menilai peluang dan risiko di pasar perak menjelang libur Imlek dan seterusnya.

Tags Terkait