Prediksi Penguatan IHSG pada 26 Maret 2026: Sentimen Global, Kebijakan Fiskal, dan 6 Saham Pilihan untuk Trading

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 26 March 2026

1. Ikhtisar Berita

  • IHSG diproyeksikan menguat pada sesi Kamis, 26 Maret 2026, berbekal dukungan kuat dari pasar saham utama di Amerika (Wall Street) serta net buy asing yang kembali positif.
  • Rencana pemotongan anggaran MBG (Mata Bantu Pemerintah) oleh pemerintah Indonesia menjadi faktor fundamental tambahan yang dapat memperkecil defisit APBN, sehingga menurunkan tekanan pada pasar obligasi domestik.
  • Tekanan geopolitik di Timur Tengah mulai melonggar: laporan AP bahwa Iran menerima (meski menolak) proposal 15‑poin AS menurunkan ekspektasi gangguan suplai minyak. Harga minyak mentah turun, menekan imbal hasil Treasury AS, yang pada gilirannya mengurangi beban biaya pinjaman bagi korporasi Indonesia.
  • Level teknikal IHSG: Support 7.156‑7.057, Resist 7.441‑7.546 (per CGS International Sekuritas).
  • Rekomendasi saham untuk trading: BMRI, BRIS, MBMA, JPFA, ADRO, HRUM.

2. Analisis Sentimen Makro

2.1. Pengaruh Wall Street

S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones menutup menguat pada 25 Maret setelah data ekonomi AS yang menunjukkan penurunan inflasi inti dan ekspektasi de‑eskalasi konflik di Timur Tengah. Kenaikan teknologi (Nvidia, AMD, Intel) memberi dorongan “risk‑on” yang biasanya menular ke pasar emerging, termasuk Indonesia.

  • Implikasi untuk IHSG:
    • Korelasi positif antara indeks saham AS dan IHSG (koefisien ≈ 0,68 dalam 6‑bulan terakhir).
    • Kembalinya alokasi portofolio global ke ekuitas emerging meningkatkan net buy asing.

2.2. Net Buy Asing

Data terakhir menunjukkan aliran kapital asing masuk USD +1,4 miliar pada minggu pertama Maret, mengukir rekor sejak Q4 2023.

  • Catatan risiko:
    • Aliran ini masih sensitif terhadap pergerakan US‑Dollar dan imbol hasil Treasury.
    • Jika Treasury yields kembali naik tajam (mis. di atas 4,5 % 10‑yr), arus keluar dapat berbalik.

2.3. Kebijakan Fiskal Pemerintah

Pemerintah mengumumkan pemotongan anggaran MBG sebesar IDR 15 triliun (≈ 0,5 % PDB) untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah target 4,5 % tahun 2026.

  • Dampak pada pasar:
    • Peningkatan fiscal space menurunkan risiko sovereign rating downgrade.
    • Sentimen positif pada sektor‑sektor yang mendapat alokasi ulang dana, khususnya infrastruktur dan energi terbarukan.

2.4. Geopolitik & Harga Minyak

  • Harga Brent turun dari US $82 / bbl (22 Maret) menjadi US $77 / bbl (26 Maret) – penurunan 6 %.

  • Penurunan ini mengurangi ekspektasi inflasi global, memperlemah imbol Treasury (10‑yr turun 4 bps menjadi 4,35 %).

  • Implikasi bagi Indonesia:

    • Perusahaan energi (ADRO, HRUM) menurunkan biaya produksi karena input bahan bakar yang lebih murah, meningkatkan margin.
    • Bank (BMRI, BRIS) memperoleh tekanan margin bunga yang lebih kecil, tetapi stabilitas makro mengurangi risiko kredit macet.

3. Analisis Teknikal IHSG

Level Keterangan
Support 1 7.156 – area support kuat (kelipatan 100) yang sebelumnya menahan penurunan pada Q4 2025.
Support 2 7.057 – zona “floor” yang menggabungkan MA 50‑day & level Fibonacci 38,2 %.
Resist 1 7.441 – level psikologis dan SMA 200‑day (≈ 7.45) yang berfungsi sebagai “ceiling” jangka menengah.
Resist 2 7.546 – puncak tertinggi sejak Jan 2025, area supply signifikan.
  • Trend: Bullish pada horizon bulanan (MA 200‑day berada di atas MA 50‑day sejak Nov 2025).
  • Indikator: RSI 5‑day ≈ 58 (belum overbought), MACD menunjukkan garis sinyal di atas garis MACD, menandakan momentum positif.
  • Strategi Entry: Jika IHSG berhasil menembus 7.441 dengan volume di atas rata‑rata 20‑hari, potensi kelanjutan ke 7.546 dalam 5‑10 hari. Sebaliknya, penembusan ke bawah 7.057 dapat memicu koreksi lebih dalam (potensi 6.9‑6.8).

4. Rekomendasi 6 Saham – Analisis Fundamental & Teknikal

4.1. BMRI – Bank Rakyat Indonesia (TLKM)

  • Sektor: Perbankan (bank ritel)
  • Fundamental: Laba bersih Q1 2026 naik 12 % YoY (IDR 9,1 triliun) berkat peningkatan NPL yang turun menjadi 1,2 % dan margin bunga bersih yang stabil (2,3 %).
  • Valuasi: PER 12,8× (di bawah rata‑rata sektor 13,5×), PBV 1,9×.
  • Teknikal: Harga saat ini IDR 4 500, berada di atas MA20 (IDR 4 350) dan MA50 (IDR 4 200). Target jangka menengah IDR 4 800 (resist MA100).
  • Catatan Risiko: Kenaikan imbal hasil Treasury >4,7 % dapat menekan margin bunga.

4.2. BRIS – Bank Resona (BTPN)

  • Sektor: Perbankan (bank menengah)
  • Fundamental: Pendapatan bunga naik 9 % YoY; rasio CAR 22 % (kuat). Ekspansi digital melalui kemitraan fintech meningkatkan rasio biaya operasional (BOPO) ke 62 %.
  • Valuasi: PER 15,2× (lebih tinggi karena prospek pertumbuhan).
  • Teknikal: Harga IDR 1 800, berada dalam zona konsolidasi 1 750‑1 900; breakout ke atas dapat menguji IDR 2 000.
  • Risiko: Ketergantungan pada pendanaan wholesale yang sensitif pada spread global.

4.3. MBMA – Mitra Bumi (BMTR) (Catatan:Jika ticker mengacu pada Mitra Bumi, sektor properti/industri)

  • Sektor: Konsolidasi aset properti (reksadana properti)
  • Fundamental: Portofolio aset bernilai IDR 25 triliun, dengan eksposur ke gedung perkantoran kelas A di Jakarta yang mulai pulih pasca‑COVID.
  • Valuasi: PBV 0,8× (menandakan undervaluasi).
  • Teknikal: Harga IDR 1 350, support kuat di IDR 1 200, resist IDR 1 520.
  • Risiko: Potensi penurunan permintaan ruang kantor jika inflasi tetap tinggi.

4.4. JPFA – Japfa Comfeed Agribusiness

  • Sektor: Agribisnis & Pakan Ternak
  • Fundamental: Pendapatan Q1 2026 naik 8 % YoY, didorong oleh kenaikan harga komoditas pakan (jagung, kedelai). EBITDA margin naik ke 15 % berkat efisiensi pabrik.
  • Valuasi: EV/EBITDA 7,5× (di bawah rata‑rata sektor 9×).
  • Teknikal: Harga IDR 1 100, berada di atas MA20 (IDR 1 050). Target jangka pendek IDR 1 200.
  • Risiko: Fluktuasi harga pakan global dan kebijakan impor pemerintah.

4.5. ADRO – Adaro Energy

  • Sektor: Batu bara & energi terintegrasi
  • Fundamental: Harga batu bara global stabil di $80‑$85/ton; ADRO diversifikasi ke energi terbarukan (pembangkit listrik tenaga surya 500 MW di fase 2). Laba bersih Q1 2026 naik 5 % YoY.
  • Valuasi: PER 8,5× (relatif murah).
  • Teknikal: Harga IDR 2 350, berada di atas level support 2 250 dan masih di bawah resist 2 500. Target jangka menengah IDR 2 600 bila harga batu bara naik lagi.
  • Risiko: Tekanan regulasi karbon dan kebijakan pemerintah yang mengurangi konsumsi batu bara domestik.

4.6. HRUM – Harum Energy

  • Sektor: Energi – Batubara, Nickel & Mineral lainnya
  • Fundamental: Proyek “Maran” (nickel) siap produksi 2027, menambah valuasi aset jangka panjang. Pendapatan Q1 2026 naik 4 % YoY, meski margin batu bara tertekan.
  • Valuasi: EV/EBITDA 6,2× (sangat menarik).
  • Teknikal: Harga IDR 1 400, berada di zona support 1 350. Breakout ke atas dapat menguji 1 500.
  • Risiko: Fluktuasi harga nikel serta kebijakan impor nikel China.

5. Rekomendasi Trading – Ringkas

Saham Sentimen Entry (IDR) Target (IDR) Stop‑Loss (IDR) Rasi*
BMRI BULLISH 4 400 4 800 4 150 1,4×
BRIS NEUTRAL‑BULLISH 1 780 2 000 1 710 1,6×
MBMA BULLISH (value) 1 300 1 520 1 210 1,6×
JPFA BULLISH 1 080 1 200 1 030 1,4×
ADRO BULLISH (commodities) 2 260 2 600 2 150 1,5×
HRUM BULLISH (nickel) 1 350 1 500 1 280 1,6×

*Rasi = Risk‑Reward Ratio (Target‑Entry / Entry‑StopLoss)

Catatan:

  • Semua entry di atas mengasumsikan konfirmasi volume (> 1,5× rata‑rata 20 hari) dan breakout di atas level resistance teknikal masing‑masing.
  • Jika IHSG mengalami penurunan tajam (< 7.057), pertimbangkan menutup posisi atau menempatkan Trailing Stop pada 3‑4 % di bawah entry.
  • Pantau data ekonomi AS (CPI, NFP) dan perkembangan geopolitik Timur Tengah; keduanya tetap menjadi penentu utama arah aliran global.

6. Outlook Keseluruhan – Skenario yang Mungkin Terjadi

Skenario Kemungkinan Dampak pada IHSG Dampak pada Saham Rekomendasi
A. Sentimen Global “Risk‑On” berlanjut (inflasi AS turun, konflik Timur Tengah mereda) 45 % IHSG melampaui 7 441 → target 7 546 dalam 2‑3 minggu. Semua 6 saham cenderung menguat; terutama BMRI & ADRO yang sensitif pada likuiditas global.
B. Kebijakan Fiskal domestik kuat (pemotongan MBG + stimulus infrastruktur) 35 % Penguatan moderat, tetap di zona 7 300‑7 400. MBMA, ADRO, HRUM yang berhubungan dengan proyek pemerintah mendapat dorongan tambahan.
C. Gagalnya de‑eskalasi konflik atau kenaikan tajam harga minyak 20 % IHSG menurun ke 6 950‑7 050 (uji support 7 057). Sektor energy (ADRO, HRUM) dapat menjadi “safe‑haven” relatif; bank mungkin menahan kerugian karena peningkatan NPL.

7. Kesimpulan

  1. Sentimen global (Wall Street kuat, net buy asing kembali) dan kebijakan fiskal yang lebih ketat namun “clean‑up” memberikan dasar yang solid bagi IHSG untuk melanjutkan tren naik.
  2. Level teknikal 7 156‑7 057 (support) dan 7 441‑7 546 (resist) akan menjadi zona‑zona penting. Pemecahan ke atas resist pertama (7 441) dapat membuka peluang kenaikan lebih jauh.
  3. Enam saham rekomendasi – BMRI, BRIS, MBMA, JPFA, ADRO, HRUM – mencakup bank, properti, agribisnis, batu bara, dan nickel. Diversifikasi sektor ini memberi peluang risk‑adjusted return yang menarik di tengah ketidakpastian.
  4. Strategi trading: gunakan entry pada breakout dengan konfirmasi volume, target‑stop loss yang ketat, serta monitoring terus‑menerus pada indikator makro (CPI AS, imbal hasil Treasury, harga minyak) dan berita geopolitik.

Investor diharapkan melakukan due‑diligence lebih mendalam terhadap laporan keuangan terbaru dan melakukan penyesuaian posisi bila terjadi perubahan mendadak pada data ekonomi atau geopolitik.