Bitcoin Tertekan Menjelang Ekspirasinya: Apa Makna ‘Max-Pain’ $96 rb dan Dampaknya bagi Pasar Kripto di Akhir 2025?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 23 December 2025

Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Peristiwa

  • Harga spot: BTC turun ≈ 0,5 % ke $88 552 (≈ Rp 1,48 triliun). ETH, BNB, SOL, dan XRP juga melemah; hanya DOGE yang naik tipis.
  • Kondisi pasar makro: Kapitalisasi total crypto global melemah 0,09 % menjadi $2,99 triliun – sinyal likuiditas sudah mulai menipis menjelang akhir tahun.
  • Faktor pemicu utama: Ekspirasinya kontrak opsi jumbo di Deribit (total open interest $52,2 miliar, dengan $28,5 miliar akan kadaluarsa pada Jumat).
  • Sentimen institusional: CCO Deribit, Jean‑David Pequignot, menilai minggu ini sebagai “penanda perubahan struktur pasar” – beralih dari siklus spekulatif ke fase yang lebih terinstitutionalisasi.

2. Mengapa Harga Turun di Sekitar $88‑90 rb?

Faktor Penjelasan Dampak pada Harga
Put‑option pressure Open interest put sekitar $1,2 miliar di strike $85 000. Saat harga mendekati atau menembus level ini, penjual put (biasanya institusi) mulai menutup posisi, menambah tekanan jual. Menurunkan harga spot, terutama bila likuiditas terbatas.
Max‑Pain $96 000 ‘Max‑pain’ adalah level di mana mayoritas pembeli opsi (call) dan penjual opsi (put) akan mengalami kerugian maksimum bila harga berakhir di sana pada saat expiry. Trader yang “mengincar” max‑pain cenderung melakukan penjualan spot atau short‑beta untuk menurunkan harga ke area itu, sehingga menciptakan rangkaian tekanan turun.
Roll‑over defensif Trader menggeser posisi put Des‑2025 ($85‑70 k) ke put spread Jan‑2026 ($80‑75 k). Ini menunjukkan ekspektasi volatilitas berlanjut, bukan sekadar “satu‑minggu‑tunggu”. Mengunci level support di $80‑85 k, sekaligus menyiapkan potensi penurunan lanjutan jika sentimen memburuk.
Kondisi likuiditas Volume perdagangan kripto menurun pada akhir tahun karena alokasi dana ke pasar tradisional (FX, obligasi) dan penurunan arus baru masuk ke crypto. Setiap order besar memiliki efek harga yang lebih besar (slippage).

3. Perspektif “Supercycle” yang Disebut Pequignot

Pequignot menyoroti bahwa “pergeseran dari siklus spekulatif menuju supercycle berbasis kebijakan” menandakan dua hal penting:

  1. Keterlibatan institusi – Lebih banyak hedge fund, asset manager, dan bank yang menggunakan derivatif crypto untuk exposure (biasanya lewat futures, options, atau produk swap).
  2. Regulasi yang lebih jelas – Kebijakan fiskal/moneter (mis. kebijakan suku bunga Fed, kebijakan pajak crypto di AS/EU) menjadi pendorong fundamental yang lebih “makro” daripada hype sosial.

Jika benar, maka volatilitas jangka pendek (seperti penurunan 0,5 % hari ini) menjadi penyesuaian harga menyusul realignment posisi derivatif, bukan pertanda “bear market” yang panjang.

4. Implikasi untuk Pelaku Pasar

a. Investor Ritel

Tindakan Alasan Risiko
Jangan panik jual di $88‑90 k Penurunan hanya 0,5 % dan berada jauh di atas level put $85 k. Jika likuiditas benar‑benar mengering, harga dapat menembus $80 k secara cepat.
Pertimbangkan “Dollar‑Cost Averaging” (DCA) Menambah posisi pada level support $80‑85 k memberikan margin safety yang lebih baik. DCA menambah eksposur pada saat market mungkin tetap sideways selama bulan‑depan.
Hindari “short squeeze” yang dipicu oleh news Sentimen negatif (ekspirasinya opsi) dapat memicu penurunan tajam; menutup posisi terlalu cepat dapat mengunci kerugian. Jika terjadi “forced liquidation” massal, jam‑jam volatilitas dapat meningkat tajam.

b. Trader Derivatif / Institusi

Strategi Kapan Digunakan Penjelasan
Put‑spread (85‑70 k) → Roll ke Jan‑2026 (80‑75 k) Sekarang sampai menjelang akhir minggu Mengunci “insurance” pada level yang masih di atas max‑pain, sekaligus memperpanjang horizon untuk menghindari volatilitas mingguan.
Long‑call butterfly di $96 k Bila yakin harga tidak akan menembus max‑pain Membiayai strategi dengan premium kecil; menghasilkan profit maksimal jika harga berakhir di $96 k pada expirasi.
Sell‑covered call pada BTC spot di $100‑105 k Jika ekspektasi bullish jangka menengah Mengumpulkan premi sambil tetap menahan posisi spot, mengurangi cost‑basis.
Dynamic delta‑hedging Untuk market‑maker atau fund dengan posisi besar Menjaga eksposur delta net netral, menurunkan risiko “pin risk” saat harga mendekati strike $85 k.

c. Saham dan Ekosistem Kripto

  • Hut 8 (HUT): Kenaikan 16 % menunjukkan bahwa fundamental perusahaan (sewa data center AI) masih menarik. Namun, aksi harga saham kripto tetap sangat terkorrelasi dengan pergerakan spot; bila BTC kembali menembus $80 k, eksposur HUT ke “mining revenue” dapat mendapat tekanan.
  • Proyek AI‑in‑Mining: Kolaborasi dengan Fluidstack menambah nilai tambah jangka panjang; investor dapat menilai EV/Revenue dan margin mining secara terpisah dari pergerakan BTC jangka pendek.

5. Skenario Kemungkinan pada Ekspirasinya Jumat

Skenario Probabilitas (perkiraan) Dampak Terhadap BTC Catatan
1. Harga stabil di $90‑95 k 45 % Minor volatilitas; opsi “out‑of‑the‑money” (OTM) sebagian besar akan menghilang, menurunkan open interest. Likuiditas kembali normal setelah expiry.
2. Penurunan tajam ke $80‑85 k 30 % Put‑option massal dieksekusi, menambah tekanan jual spot; “forced liquidation” pada margin trader dapat memperburuk penurunan. Skenario “black‑swans” jika ada berita regulasi negatif bersamaan.
3. Bounce ke $100 k 20 % Call‑option in‑the‑money (ITM) mengakumulasi “short squeeze”; likuiditas mengalir kembali, volume naik signifikan. Membutuhkan katalis eksternal (mis. adopsi institusional, berita fundamental positif).
4. Sideways flat di $88‑92 k 5 % Pasar mengkonsumsi opsi tanpa perubahan struktural; volatilitas menurun. Kemungkinan jika roll‑over defensif berhasil menyeimbangkan order flow.

6. Rekomendasi Praktis

  1. Pantau Open Interest (OI) dan Skew secara real‑time – Platform Deribit, Coinglass, atau Skew menyediakan data OI per strike. Lonjakan OI pada strike tertentu memberi sinyal “support/ resistance” teknikal yang kuat.
  2. Gunakan Alat “Max‑Pain Calculator” – Memungkinkan trader melihat level harga yang paling mungkin dijaga oleh market makers selama periode expiry.
  3. Pertimbangkan “Liquidity‑Aware Position Sizing” – Mengurangi ukuran posisi pada jam‑jam likuiditas rendah (mis. Asia‑Pacific late night) untuk menghindari slippage tinggi.
  4. Diversifikasi Risiko ke Ekosistem Non‑Spot – Misalnya exposure melalui tokenized equity mining (HUT, Marathon) atau melalui stablecoin‑backed yield platforms (Aave, Compound) yang tidak langsung terpengaruh oleh volatilitas spot.
  5. Lakukan “Stress‑Test” Portofolio – Simulasi skenario penurunan 15 % dalam 24 jam pada BTC untuk mengevaluasi margin call, likuidasi, dan drawdown.

7. Kesimpulan

Kejadian penurunan BTC ke $88,5 rb pada 23 Des‑2025 bukan sekadar koreksi teknikal; itu merupakan manifestasi interaksi antara likuiditas pasar, struktur opsi Deribit, dan perubahan paradigma institusional.

  • Level “max‑pain” $96 k menjadi titik referensi penting bagi market makers yang berusaha meminimalkan kerugian opsi.
  • Open interest put di $85 k menandakan batas support psikologis yang harus diamati secara ketat.
  • Roll‑over defensif ke put spread Januari‑2026 menegaskan bahwa banyak pelaku sudah “mengunci” eksposur mereka untuk jangka menengah, sehingga volatilitas jangka pendek kemungkinan akan berkurang, tetapi ketidakpastian jangka panjang tetap tinggi.

Bagi investor ritel, strategi DCA pada level $80‑85 k dan menjaga exposure melalui saham mining atau layanan AI‑in‑mining dapat memberikan buffer terhadap fluktuasi spot. Sedangkan bagi institusi dan trader derivatif, kelola delta, gunakan spread, dan pantau OI serta skew adalah kunci untuk mengoptimalkan risk‑adjusted return menjelang expirasi opsi pada Jumat ini.

Pada akhirnya, kondisi pasar kripto pada akhir 2025 akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana likuiditas mengalir kembali setelah “pembersihan” opsi. Jika proses roll‑over berlangsung mulus, kita dapat melihat stabilisasi harga dan kemungkinan pemulihan ke zona $95‑100 k pada kuartal pertama 2026. Jika tidak, penurunan ke $80 k atau lebih rendah tetap menjadi ancaman yang patut diwaspadai.


Semoga analisis ini membantu Anda dalam menilai risiko serta peluang yang muncul dari dinamika opsi dan pergerakan harga Bitcoin menjelang ekspirasi akhir tahun.

Tags Terkait