Reliance Sekuritas (RELI) Catat Kenaikan Laba 7,51%

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 2 April 2026

Tanggapan Panjang dan Analisis Mendalam

A. Ringkasan Kinerja Keuangan FY2025

Pos FY2024 (Rp bn) FY2025 (Rp bn) Pertumbuhan
Pendapatan Usaha 45,29 58,80 +29,81 %
Laba Bersih 21,31 22,91 +7,51 %
EPS (×) 11,84 12,73 +7,51 %
Pendapatan Selling Fee (Reksa Dana) 2,64 juta 31,06 juta +1080 %
Transaksi Equity (Rp triliun) 10,28 12,01 +16,84 %
Kontribusi RELIPrioritas pada Equity 60,93 %

Catatan: Semua angka di atas berdasarkan laporan audited FY2025 yang diajukan ke OJK dan BEI.

B. Faktor‑Faktor Penggerak Pertumbuhan

  1. Peningkatan Volume Transaksi Nasabah

    • Total transaksi equity naik 16,84 % menjadi Rp12,01 triliun.
    • Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh nasabah RELIPrioritas, yang menyumbang hampir 61 % dari volume equity. Program komunitas ini berhasil meningkatkan loyalitas dan frekuensi trading, baik offline maupun melalui aplikasi RELITrade.
  2. Diversifikasi Lini Bisnis

    • Pendapatan dari selling fee reksa dana melonjak 1080 % (dari Rp2,64 juta menjadi Rp31,06 juta).
    • Penambahan peran sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) memperluas basis pendapatan non‑equity dan menambah cross‑selling opportunities.
  3. Kenaikan Harga dan Kuantitas Transaksi Bursa

    • Pendapatan dari transaksi bursa naik 13,50 % menjadi Rp12,93 miliar, mencerminkan bukan hanya volume yang lebih tinggi, tetapi juga peningkatan rata‑rata nilai per transaksi (mis‑mis: penambahan produk obligasi, futures, dan derivatif).
  4. Tata Kelola Perusahaan (GCG) yang Lebih Baik

    • Manajemen menekankan perbaikan dalam governance, transparansi, dan komunikasi dengan pemegang saham serta nasabah. Langkah‑langkah ini meningkatkan kepercayaan pasar, yang penting di tengah kondisi makro yang bergejolak (inflasi, kebijakan moneter ketat, fluktuasi nilai tukar).

C. Analisis Kualitas Pendapatan

Aspek Penilaian Alasan
Stabilitas Cukup Baik Pendapatan utama tetap berasal dari brokerage, yang terpengaruh siklus pasar. Namun, diversifikasi ke reksa dana, obligasi, dan peran APERD menambah stabilitas jangka menengah.
Margin Laba Naik Laba bersih meningkat 7,5 % sementara pendapatan naik hampir 30 %, menunjukkan peningkatan margin EBIT (efisiensi biaya operasional).
Pertumbuhan EPS Positif EPS naik sejalan dengan laba bersih, menandakan tidak ada dilusi signifikan dari penerbitan saham baru.
Kualitas Aset Baik Tidak ada indikasi kredit macet pada portofolio nasabah karena perusahaan tidak melakukan lending besar‑besar; fokus pada fee‑based revenue.

D. Risiko dan Tantangan yang Perlu Dipantau

Risiko Dampak Potensial Mitigasi
Volatilitas Pasar Modal Penurunan volume transaksi saat pasar bearish; penurunan fee brokerage. Memperkuat produk alternatif (obligasi, reksa dana, structured products) serta layanan advisory.
Kompetisi FinTech & Platform Digital Penetrasi aplikasi trading low‑cost dapat menggerus market share. Investasi pada RELITrade (UX, algoritma rekomendasi), integrasi AI untuk personalisasi, dan penawaran biaya transaksi kompetitif.
Regulasi OJK yang Lebih Ketat Peningkatan biaya kepatuhan, batasan pada leverage atau produk derivatif. Membangun tim compliance proaktif, mengadopsi teknologi RegTech untuk automasi pelaporan.
Ketergantungan pada RELIPrioritas Konsentrasi nasabah dapat menimbulkan “concentration risk”. Diversifikasi basis nasabah melalui program edukasi, partnership dengan fintech, dan penawaran bundling produk.
Fluktuasi Nilai Tukar (IDR/USD) Kenaikan biaya impor teknologi atau biaya eksternal lainnya. Hedging mata uang, peningkatan penggunaan vendor lokal.

E. Outlook 2026 – Proyeksi dan Rekomendasi Strategis

  1. Proyeksi Keuangan Sederhana

    • Pendapatan Usaha: 2026 ≈ Rp68–70 miliar (asumsi pertumbuhan 15‑17 % didorong oleh ekspansi produk APERD dan peningkatan transaksi obligasi).
    • Laba Bersih: 2026 ≈ Rp25–26 miliar (margin net profit sekitar 12‑13 % jika efisiensi biaya tetap).
    • EPS: Diperkirakan mencapai 13,5‑14,0×.
  2. Strategi Pertumbuhan Utama

    a. Penguatan Ekosistem RELIPrioritas

    • Kembangkan program edukasi investasi (webinar, sertifikasi, gamifikasi) untuk meningkatkan frekuensi trading.
    • Luncurkan program referral dengan insentif fee‑sharing untuk menarik nasabah baru.

    b. Ekspansi Produk Investasi Alternatif

    • DIRE (Dana Investasi Re Alokasi) & Private Credit: Menyasar institusi kecil dan HNI (High Net‑Worth Individuals).
    • ETF dan Index Funds: Produk biaya rendah yang dapat menarik investor cost‑conscious.

    c. Digitalisasi dan Teknologi

    • Integrasi AI‑driven portfolio recommendation di RELITrade.
    • Open API untuk kemitraan dengan fintech, memberi akses ke data pasar real‑time dan eksekusi order cepat.

    d. Optimasi Biaya Operasional

    • Implementasi Robotic Process Automation (RPA) pada back‑office (settlement, reporting).
    • Negosiasi ulang kontrak vendor IT untuk menurunkan TCO (Total Cost of Ownership).

    e. Peningkatan Tata Kelola

    • Publikasikan ESG report tahunan, menonjolkan komitmen terhadap keberlanjutan dan literasi keuangan.
    • Selalu memperbaharui Kebijakan KYC/AML agar selaras dengan standar internasional.
  3. Rekomendasi bagi Investor

    • Sentimen Bullish Jangka Menengah: Pendapatan yang diversifikasi, basis nasabah solid, dan margin yang meningkat memberi ruang bagi pertumbuhan EPS yang stabil.
    • Valuasi: Pada akhir 2025, PER (Price‑Earnings Ratio) RELI berada di kisaran 10‑11×, masih di bawah rata‑rata sektor sekuritas (≈13×). Penurunan PER relatif menandakan potensi upside bila earnings terus meningkat.
    • Strategi Investasi:
      • Buy‑and‑Hold: Untuk investor jangka menengah (2‑3 tahun), mengakumulasi saham pada level harga saat ini dapat menghasilkan total return 15‑20 % per tahun, mengingat dividend yield (jika ada) dan kapital gain.
      • Scaling In: Tambah posisi pada koreksi pasar (misalnya, penurunan >8 % dalam satu sesi) untuk menurunkan rata‑rata biaya.
    • Perhatian: Pantau indikator makro (kebijakan suku bunga BI, pertumbuhan GDP, volatilitas IDX). Penurunan tajam likuiditas pasar dapat menekan volume brokerage sementara diversifikasi produk menjadi kunci untuk menjaga profitabilitas.

F. Kesimpulan

Reliance Sekuritas berhasil menorehkan pertumbuhan laba bersih 7,51 % dan pendapatan usaha hampir 30 % di FY2025, meskipun operasional berlangsung dalam lingkungan pasar yang penuh gejolak. Keberhasilan utama berasal dari:

  1. Komunitas RELIPrioritas yang menyumbang lebih dari 60 % volume equity brokerage.
  2. Diversifikasi pendapatan melalui penjualan reksa dana (APERD) dan penawaran produk obligasi serta instrumen alternatif.
  3. Peningkatan tata kelola yang menumbuhkan kepercayaan nasabah dan regulator.

Jika manajemen terus mengeksekusi rencana digitalisasi, memperluas portofolio produk, serta menjaga kualitas layanan nasabah, RELI berada pada posisi yang kuat untuk mengatasi risiko pasar dan mencatat pertumbuhan EPS berkelanjutan pada 2026‑2027. Bagi investor yang mengutamakan stabilitas pendapatan sekaligus potensi upside, RE‑LI layak dipertimbangkan sebagai saham sekuritas dengan profil pertumbuhan moderat‑tinggi.


Catatan: Analisis ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi jual/beli. Selalu lakukan due‑diligence dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.