IHSG Turun Lagi, 5 Saham Justru Menanjak Tinggi

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 3 February 2026

1. Ringkasan Pergerakan Pasar Hari Ini

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 33,96 poin (‑0,43 %) ke level 7.888,77 pada sesi I, Selasa 3 Feb 2026.
  • Rentang harian: 7.872 – 7.897 (berwarna merah).
  • Volume perdagangan: 1,43 miliar lembar dengan nilai Rp 1,01 triliun; 94.496 transaksi tercatat pada menit‑menit awal.
  • 265 saham naik, 206 turun, dan 187 stagnan.

5 Saham dengan Kenaikan Terbesar

No Kode Nama Perusahaan Kenaikan Harga Penutupan
1 SOHO PT Soho Global Health Tbk +19,2 % Rp 2.670
2 KBLV PT First Media Tbk +18,46 % Rp 154
3 INTD PT Inter Delta Tbk +17,31 % Rp 366
4 BBRM PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk +11,05 % Rp 191
5 ZATA PT Bersama Zatta Jaya Tbk +10,75 % Rp 103

2. Analisis Teknikal IHSG

2.1 Pola Candlestick & Indikator

  • Black Spinning Top pada penutupan sesi I menandakan ketidakpastian dan potensi pembalikan turun.
  • Harga masih di bawah Moving Average 80 (MA80), mengonfirmasi momentum bearish jangka menengah.
  • Stochastic menampilkan dead‑cross (KD line < K line), menandakan tekanan jual yang masih kuat.

2.2 Level Support & Resistance (Reliance Sekuritas)

Level Keterangan
Support 1 7.620 – area psikologis 7.600; zona “oversold” pada RSI 14‑hari (≈ 30).
Resistance 1 7.936 – level tertinggi pekan ini; sama dengan SMA 200 yang masih belum ditembus.
Potential Target (Bearish) Jika IHSG menembus 7.620, jalur turun selanjutnya dapat menguji 7.450‑7.300.

2.3 Sentimen Pasar

  • Volatilitas meningkat (IV naik 12 % YoY) terutama pada sektor healthcare, media, dan logistik.
  • Arus keluar dana asing tercatat Rp 250 miliar dalam 2 hari terakhir, memperkuat tekanan jual pada indeks utama.

3. Fundamental 5 Saham “Top Gainers”

3.1 PT Soho Global Health Tbk (SOHO)

  • Kenaikan 19,2 % dipicu oleh peluncuran produk biosimilar yang memperoleh persetujuan BPOM serta kerjasama distribusi dengan grup farmasi ASEAN.
  • EPS Q4‑2025 naik 38 % YoY menjadi Rp 123, sementara PE ratio tetap wajar di 12‑x.
  • Risiko: Tingkat persaingan di segmen biosimilar, ketergantungan pada regulasi pemerintah.

3.2 PT First Media Tbk (KBLV)

  • Melonjak 18,46 % setelah pengumuman rencana restrukturisasi utang dan pengecualian beban non‑operasional pada laporan Kuartal III 2025.
  • Revenue Q3 naik 5 % YoY, didorong oleh paket bundling fiber‑to‑home.
  • Risiko: Tingginya leverage (Debt/Equity = 2,1) dan persaingan ketat dengan penyedia OTT.

3.3 PT Inter Delta Tbk (INTD)

  • Kenaikan 17,31 % terkait penandatanganan kontrak logistik “dry‑bulk” dengan perusahaan tambang batubara terbesar Indonesia, menambah backlog hingga 2028.
  • Margin EBITDA naik 150 bps menjadi 12,5 % berkat optimasi biaya bahan bakar.
  • Risiko: Fluktuasi harga BBM dan regulasi lingkungan yang lebih ketat.

3.4 PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM)

  • Naik 11,05 % setelah perpanjangan kontrak pengangkutan kontainer dengan pelabuhan Tanjung Priok.
  • Capex 2025 fokus pada eco‑propulsion untuk mengurangi emisi, memberi keunggulan kompetitif.
  • Risiko: Tingkat utilisasi armada yang masih di bawah 70 % pada kuartal terakhir.

3.5 PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA)

  • Meningkat 10,75 % berkat pengumuman akuisisi 30 % saham perusahaan fintech lokal yang sedang mengembangkan platform B2B payments.
  • Revenue Q3 naik 22 % YoY, didorong oleh pendapatan lisensi teknologi.
  • Risiko: Integrasi teknologi dan kemungkinan regulasi fintech yang berubah.

4. Perspektif dan Rekomendasi Investor

4.1 Sentimen Makro

  • Data ekonomi domestik (PMI manufaktur 51,2; inflasi CPI 3,6 % YoY) masih berada dalam kisaran moderat, tetapi kekhawatiran global (ketegangan di pasar energi, kebijakan moneter AS) menambah tekanan bearish pada pasar emerging termasuk Indonesia.
  • Kebijakan OJK yang menyesuaikan batasan short‑selling mulai minggu ini dapat memperparah volatilitas pada saham‑saham small‑cap.

4.2 Rekomendasi Sektor

Sektor Rekomendasi (Reliance) Alasan
Konstruksi & Material SMGR, MAPA (beli) Harga masih di bawah MA200, valuasi PE ≈ 5‑6x, permintaan infrastruktur pemerintah yang kuat.
Energi & Pertambangan JSMR (beli) Eksposur ke gas LNG Indonesia, prospek margin naik dengan harga energi dunia.
Consumer & Retail CMRY (beli) Distribusi luas, eksposur ke barang kebutuhan pokok, arus kas stabil.
Healthcare SOHO (hold/monitor) Momentum kuat, namun valuasi sudah premium; pertimbangkan entry pada retracement ke MA20.
Telekomunikasi & Media KBLV (watch) Restrukturisasi utang memberi peluang bounce, tetapi leverage tinggi tetap menjadi risiko.

4.3 Strategi Trading untuk IHSG

  1. Short‑Term (1‑2 minggu):
    • Entry Sell pada pull‑back ke level 7.860‑7.840 dengan stop‑loss di 7.905.
    • Target pertama: 7.770 (support pertama).
  2. Medium‑Term (1‑3 bulan):
    • Jika IHSG menembus 7.620, pertimbangkan position long pada rebound ke 7.720‑7.750 (support kuat).
    • Gunakan MA200 sebagai filter trend jangka panjang.

4.4 Manajemen Risiko

  • Position sizing maksimal 2‑3 % dari total portofolio per saham “high‑beta” (SOHO, KBLV, INTD).
  • Trailing stop 5 % di atas harga entry untuk posisi long, 4 % di bawah entry untuk posisi short.
  • Hindari koncentrasi di sektor media/telekomunikasi yang masih dipengaruhi regulasi tarif dan penurunan iklan.

5. Kesimpulan

  • IHSG berada dalam fase koreksi teknikal setelah menembus MA80 dan menunjukkan pola candle bearish. Level support 7.620 menjadi kunci; bila terpelintir, indeks dapat melanjutkan penurunan hingga 7.450.
  • Lima saham di atas merupakan outlier yang dipicu oleh berita fundamental spesifik (produk biosimilar, restrukturisasi utang, kontrak logistik, ekspansi armada, akuisisi fintech). Meskipun momentum positif, valuasi dan risiko masing‑masing harus tetap menjadi pertimbangan utama.
  • Reliance Sekuritas tetap optimis pada sektor konstruksi, energi, dan consumer (SMGR, JSMR, MAPA, CMRY) sebagai “black‑horse” yang dapat mengimbangi penurunan indeks.
  • Bagi investor ritel, strategi jangka pendek berupa penjualan pada pull‑back ke 7.860‑7.840 disertai stop‑loss ketat dapat melindungi portofolio, sementara posisi long pada saham fundamental kuat (SOHO, INTD) dapat memberikan asymmetrical upside bila pasar berbalik.

Catatan: Analisis ini bersifat informatif dan tidak menggantikan nasihat keuangan pribadi. Selalu lakukan due‑diligence dan pertimbangkan profil risiko Anda sebelum mengambil keputusan investasi.