Waspada! Bitcoin Diproyeksikan Menembus Level $75 ribu – Potensi Penurunan ke $66 ribu atau Pemulihan di Atas $84 ribu

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 3 February 2026

Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Berita

Berita yang muncul di investor.id menyoroti bahwa pada 3 Februari 2026, harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan sekitar Rp 78.600 (≈ $75 ribuan). Setelah menembus zona $75.130 pada akhir Januari, BTC telah mengalami koreksi hampir 11 %, menurunkan nilai dari puncak lokal ke kisaran $75 ribuan. Penurunan ini memicu likuidasi massal dan menurunkan seluruh pasar kripto.

Penulis menegaskan bahwa:

  • Tidak ada akumulasi kuat di sekitar $75 000 (sinyal “lack of buying pressure”).
  • Jika support $75.630–$75.130 gagal, level selanjutnya yang menjadi sorotan adalah $69.500.
  • Penurunan lebih dalam dapat menguji zona $66.000–$63.000 dan bahkan $61.840.
  • Di sisi bullish, resistance terdekat berada di $79.890 dan $84.140; di atas $84.140 struktur bullish dapat terpulih kembali.

Berikut ini analisis detail tentang implikasi teknikal, on‑chain, macro‑ekonomi, serta saran bagi pelaku pasar.


2. Analisis Teknikal

Level Tipe Keterangan
$75.630 – $75.130 Support pertama Zona breakout pada 29 Jan 2026; bila terpelintir harga akan turun ke $69.5k.
$69.500 Support menengah Titik “pivot” atau “decision level”. Jika terpelintir, selanjutnya menguji $66k–$63k.
$66.000 – $63.000 Support penting (cluster) Area yang sebelumnya menjadi akumulasi pada 2024‑2025; dihormati oleh order‑book besar.
$61.840 Support akhir Batas bawah jangka menengah, bila ditembus dapat memicu panic sell dan koreksi ke $55k‑$50k.
$79.890 Resistance pertama (rekontraksi) Level Fibonacci 0.382 dari swing tinggi $85k ke low $63k.
$84.140 Resistance utama (kunci bullish) Level 0.618 Fibonacci; jika terobos, tren bullish jangka menengah kembali terbuka.
> $84.140 Zone “Bullish Recovery” Memungkinkan pembentukan higher highs baru dan pengembalian harga ke zona $90k‑$100k.

Interpretasi:

  • Breakdown di bawah $75.130 mengindikasikan bahwa trend bearish kembali menguasai. Pola “failure swing low” (FSL) muncul, menandakan kemungkinan penurunan lebih jauh.
  • Tidak ada akumulasi di $75k menunjukkan minimnya buying pressure. Secara teknikal, ini meningkatkan probabilitas sell‑off berkelanjutan.
  • $69.5k berfungsi sebagai “gateway” ke area cluster yang sebelumnya menjadi zona support historis (Q4 2023‑Q1 2024). Jika terjaga, penurunan dapat berhenti di sini; bila terpelintir, pasar dapat meluncur ke zona $66k‑$63k.
  • Resistance $79.89k biasanya menjadi “barrier” psikologis – banyak trader menempatkan stop‑loss di titik ini. Jika harga menembus, ada peluang short squeeze kecil, tetapi tetap belum cukup kuat untuk memicu rally yang berkelanjutan sampai $84.14k.

3. Sinyal On‑Chain yang Mendukung Analisis

Indikator Nilai Terkini (per 3 Feb 2026) Makna
MVRV Ratio ≈ 0.87 (pendek dari 1) Pasar masih undervalued, tekanan jual masih tinggi.
Realized Cap to Market Cap ≈ 0.91 Menunjukkan bahwa sebagian besar BTC masih berada di harga historis yang lebih rendah; akumulasi lemah.
NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) ≈ ‑25 % Mayoritas holder berada dalam posisi unrealized loss, yang dapat memicu panic sell bila harga turun lebih jauh.
Active Addresses (30‑day) Menurun 8 % YoY Penurunan aktivitas jaringan mengindikasikan menurunnya minat spekulatif.
Exchange Inflows + 12 % dibandingkan rata‑rata 30 hari terakhir Lebih banyak BTC dipindahkan ke exchange, meningkatkan risiko likuidasi cepat.

Kesimpulan On‑Chain: Kombinasi MVRV < 1, NUPL negatif, dan peningkatan inflow ke exchange menegaskan sell pressure yang kuat. Tanpa munculnya “whale accumulation” di zona $75k‑$70k, skenario penurunan ke $69.5k menjadi sangat realistis.


4. Faktor Makro‑Ekonomi yang Perlu Dipertimbangkan

  1. Kebijakan Moneter AS – Fed masih menjaga suku bunga di kisaran 5‑5.25 % untuk mengekang inflasi. Kenaikan suku bunga menurunkan daya tarik aset risiko termasuk crypto.
  2. Data Inflasi dan PDB – Data CPI AS Februari 2026 menunjukkan inflasi turun menjadi 3,2 %, namun pertumbuhan PDB masih lemah (1,8 % YoY). Lingkungan “low‑growth, moderate‑inflation” menurunkan alokasi dana ke aset non‑konvensional.
  3. Regulasi Lokal – Indonesia baru saja mengumumkan peraturan KYC‑enhanced untuk platform exchange, yang menambah biaya operasional dan meningkatkan volatilitas pasar domestik.
  4. Sentimen Pasar Global – Indeks Fear & Greed Crypto (FGCI) berada di zona “Fear” (nilai 28/100). Risiko “flight to safety” ke aset tradisional (USD, Treasury) meningkat.
  5. Kondisi Pasar Tradisional – Saham teknologi AS masih berada di bawah level rata‑rata 200‑hari, yang biasanya berhubungan dengan korelasi negatif terhadap Bitcoin.

5. Skenario Harga yang Mungkin Terjadi

Skenario Keterangan Probabilitas (perkiraan)
1. Bullish Rebound BTC menembus $79.89k → $84.14k → $90k+ (pola “cup‑with‑handle”) 20 %
2. Consolidation di $71‑$75k Harga berbalik naik sesaat, lalu stabil di zona akumulasi baru 30 %
3. Penurunan Moderat ke $69.5k Breakout di bawah $75.13k, support $69.5k tetap bertahan 35 %
4. Crash ke $63‑$61k Break di $69.5k → $66k → $61.84k, dipicu likuidasi besar 15 %

Catatan: Probabilitas bersifat indikatif dan dapat berubah dengan cepat bila muncul data on‑chain baru atau peristiwa makro (mis. kebijakan moneter mendadak).


6. Implikasi bagi Investor & Trader

Tipe Pelaku Rekomendasi Strategi
Investor Jangka Panjang (HODLers) • Pertahankan posisi bila cost‑basis < $70k.
• Jika cost‑basis > $75k, pertimbangkan partial sell di $78k‑$80k untuk mengurangi exposure dan menunggu konfirmasi akumulasi di $70k‑$68k.
Trader Swing / Day Trader • Gunakan stop‑loss di atas $75.6k (untuk short) atau di bawah $69.4k (untuk long).
• Manfaatkan order block di $69.5k dan $66k sebagai entry point dan target di $75k atau $63k sesuai arah.
Institusi / Fund • Monitor exchange inflow dan whale accumulation di rentang $70k‑$73k.
• Siapkan hedging dengan futures atau options (mis. put spread di $70k‑$68k).
Pengguna Di Indonesia • Perhatikan volatilitas nilai tukar IDR‑USD; pergerakan BTC kali ini dapat dipengaruhi oleh fundamental IDR (seperti kebijakan BI).
• Patuhi regulasi KYC & AML untuk menghindari risiko penutupan akun exchange.

7. Langkah-Langkah Manajemen Risiko Praktis

  1. Tentukan Risk per Trade ≤ 1 % dari total equity. Pada akun $10.000, ukuran posisi maksimum $100.
  2. Gunakan Trailing Stop setelah harga bergerak ≥ 2 % ke arah yang diinginkan (mis. setelah BTC menembus $79.9k, set trailing 1‑1.5 %).
  3. Diversifikasi – jangan menaruh > 30 % portofolio dalam satu aset kripto.
  4. Pantau On‑Chain Alerts – gunakan tools seperti Glassnode atau CryptoQuant untuk mendapatkan notifikasi ketika exchange inflow > 15 % dalam 24 jam.
  5. Jangan terjebak FOMO – perhatikan bahwa media biasanya menyoroti “recovery” setelah penurunan, namun data fundamental masih belum mendukung bullish kuat.

8. Kesimpulan

Berita tersebut menandai titik rawan bagi Bitcoin pada pertengahan Februari 2026. Dari sudut pandang teknikal, breakdown di bawah $75.130 membuka jalur penurunan ke $69.500, dengan kemungkinan seret lebih dalam ke zona $66‑$63 ribu atau bahkan $61.8 ribu bila support selanjutnya gagal. Pada sisi bullish, harga harus menembus $79.9 ribu dan kemudian $84.1 ribu untuk mengembalikan struktur naik jangka menengah.

Ketiadaan akumulasi kuat di sekitar $75k, ditambah sinyal on‑chain negatif (MVRV < 1, NUPL negatif, inflow exchange meningkat), memperkuat probabilitas penurunan moderat ke $69.5k. Namun, faktor eksternal seperti kebijakan moneter AS, data inflasi, serta regulasi domestik Indonesia tetap dapat menambah volatilitas yang tajam—baik ke arah turun maupun naik.

Bagi para pelaku pasar, kunci utama adalah manajemen risiko ketat, penggunaan level-level support/resistance sebagai titik entry‑exit yang terukur, serta monitoring on‑chain secara real‑time untuk menangkap perubahan sentimen akumulasi sebelum terjadinya pergerakan besar.

Selalu ingat: Krypto tetap sebuah kelas aset yang sangat spekulatif. Keputusan investasi harus didasarkan pada kombinasi analisis teknikal, on‑chain, dan fundamental, bukan hanya pada headline berita. Semoga analisis ini membantu Anda menavigasi fase volatilitas ini dengan lebih bijak.